Agen Judi Online Agen Sbobet Bola Daftar IonCasino Judi Bola Sbobet Agen Sbobet Casino Tembak Ikan Online
Komunitas LGBT Menentang Kebijakan Perdana Menteri Hungaria

Komunitas LGBT Menentang Kebijakan Perdana Menteri Hungaria

Komunitas LGBT Menentang Kebijakan Perdana Menteri Hungaria

Komunitas LGBT Menentang Kebijakan Perdana Menteri Hungaria -LGBT atau GLBT adalah akronim dari “lesbian, gay, biseksual, dan transgender”. Istilah ini digunakan semenjak tahun 1990-an dan menggantikan frasa “komunitas gay” karena istilah ini lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan. Akronim ini dibuat dengan tujuan untuk menekankan keanekaragaman “budaya yang berdasarkan identitas seksualitas dan gender”.

Kadang-kadang istilah LGBT di gunakan untuk semua orang yang tidak heteroseksual, bukan hanya homoseksual, biseksual, atau transgender. Maka dari itu, sering kali huruf Q di tambahkan agar queer dan orang-orang yang masih mempertanyakan identitas seksual mereka juga terwakili (contoh. “LGBTQ” atau “GLBTQ”, tercatat semenjak tahun 1996.

Sebanyak ribuan orang yang tergabung dalam komunitas LGBT pada hari Sabtu, 24 Juli 2021, waktu setempat berkumpul di jalan-jalan sekitar Budapest dalam acara apk idn poker Budapest Pride sekaligus menentang kebijakan rencana Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, yang akan membatasi pergerakan LGBT. Kota Budapest, yang merupakan ibu kota Hungaria, selalu mengadakan pawai Budapest Pride setiap tahunnya. Bagaimana suasana di sana?

1. Tujuan acara tersebut adalah membela masyarakat yang beragam, terbuka, dan inklusif

Dilansir dari BBC, orang-orang kaum LGBT dan para pendukungnya berbaris melalui Budapest untuk membela hak-hak mereka dalam pawai Budapest Pride. Hal itu terjadi ketika pemerintah Hungaria mencoba membatasi diskusi mengenai masalah homoseksualitas dan transgender di sekolah. Menurut salah satu orang yang mengikuti pawai ini, Istvan, mengatakan bahwa undang-undang yang membatasi pergerakan LGBT keterlaluan dan kita hidup di abad 21, ketika hal-hal seperti itu seharusnya tidak terjadi serta tidak lagi berada di masa komunis, ini Uni Eropa dan semua orang berhak hidup bebas.

Seorang juru bicara Hatter, yang merupakan asosiasi hak LGBTQI terkemuka di Hungaria, Tamas Dombos, mengatakan bahwa undang-undang tersebut mendorong dan melegitimasi menjadi homofobia atau transfobia secara terbuka. Ia juga menambahkan kerusakan itu akan tetap bersama pihaknya selama bertahun-tahun. Tujuan acara ini sendiri adalah untuk membela masyarakat yang beragam, terbuka, dan inklusif serta itu adalab perayaan identitias sebagai protes terhadap bentuk diskriminasi.

2. Seorang ekonom Hungaria menilai undang-undang yang membatasi pergerakan LGBT merupakan alat kampanye
Komunitas LGBT Protes Rencana Orban Batasi Pergerakan Mereka

Seorang ekonom Hungaria, Boglarka Balazs, mengatakan bahwa undang-undang yang
membatasi pergerakan LGBT adalah alat kampanye dan ini tidak lebih dari pengalihan yang mencoba untuk menghancurkan negara, tetapi ini provokasi karena Pemilu. Sebuah survei yang di gelar bulan Juni 2021 lalu oleh organisasi polling Ipsos menemukan babwah 46 persen orang Hungaria mendukung pernikahan sesama jenis. Lebih dari 40 kedutaan dan lembaga budaya asing di Hungaria mengeluarkan pernyataan yang mendukung festival Budapest Pride.

Para penandatangan, termasuk kedutaan besar Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman, mengatakan bahwa pihaknya mendorong langkah-langkah di setiap negara untuk memastikan kesetaraan dan martabat semua manusia terlepas dari orientasi seksual atau identitas gender mereka. Seorang warga bernama Balint Berta mengatakan bahwa undang-undang itu menciptakan ketegangan yang terjadi di sekitar masyarakat. Ia juga menambahkan semakin politik menghasut masalah ini, masyarakat akan berbalik dan orang-orang akan berbalik melawan satu sama lain setelah beberapa saat.

3. Beberapa hari yang lalu, Orban mengumumkan pemerintahannya akan mengadakan referendum nasional
Komunitas LGBT Protes Rencana Orban Batasi Pergerakan Mereka

Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, beberapa hari yang lalu mengumumkan. Bahwa pemerintahannya akan mengadakan referendum nasional mengenai perlindungan anak. Sebuah eufemisme untuk bagian dari undang-undang baru-baru ini yang secara luas di kutuk. Sebagai diskriminatif yang melarang penggambaran orang LGBT dalam materi yang di tujukan untuk anak-anak.

Orban menjelaskan bahwa aktivis LGBTQ mengunjungi taman kanak-kanak . Dan sekolah serta mengadakan kelas pendidikan seksual dan mereka juga ingin melakukan ini di Hungaria. Referendum tersebut akan memiliki 5 pertanyaan yang sebagian besar di tulis dalam bahasa utama.

Salah satu pertayaannya adalah apakah anak anda mendukung anak di bawah umur yang di tampilkan. Tanpa batasan apa pun, konten media yang bersifat seksual yang mampu memengaruhi perkembangan mereka. Orban mengumumkan referendum 3 hari sebelum acara Budapest Pride. Undang-undang baru Hungaria ini mulai berlaku awal Juli dan tampaknya menggabungkan homoseksualitas. Dan pedofilia serta sebagian di modelkan pada undang-undang Rusia. Yang melarang apa yang di sebut “propaganda gay” di antara anak di bawah umur.

Hukum Hungaria melangkah lebih jauh, menjadikannya pelanggaran untuk mempromosikan. Atau menggambarkan homoseksualitas atau penugasan kembali gender kepada anak di bawah umur. Hal ini juga membatasi pendidikan seks di sekolah untuk organisasi yang di setujui pemerintah.

Tidak semua kelompok yang di sebutkan setuju dengan akronim ini. Beberapa orang dalam kelompok yang disebutkan merasa tidak berhubungan dengan kelompok lain dan tidak menyukai penyeragaman ini. Beberapa orang menyatakan bahwa pergerakan transgender dan transeksual itu tidak sama dengan pergerakan kaum “LGB”. Terdapat pula keyakinan “separatisme lesbian & gay”, yang meyakini bahwa kelompok lesbian dan gay harus dipisah satu sama lain.

Comments are closed.